Tampilkan postingan dengan label ruang film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang film. Tampilkan semua postingan

Ada Apa Dengan Cinta 2002 - 2014 ???

/ 20141115 /
Tak tahu.....Ada apa dengan cinta?
Dan aku akan kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi, untukku
Karena aku ingin kamu!
Itu saja



Seminggu yang lalu, akhirnya LINE merilis video mini drama, kurang lebih 10 menit. Video ini memang ditunggu-tunggu oleh penikmat perfilman Indonesia. Terutama mereka yang 12 tahun lalu pernah mengikuti perjalanan cinta antara Cinta dan Rangga. Bagi saya sendiri pun, saya menantikan video mini drama tersebut. Kenapa? Karena saya ingin melihat, mendengar dan merasakan jawaban atas pertanyaan yang "menggantung" selama 12 tahun.

Well, dulu saya sempat ingin sekali dan sempat ikut mengirimkan tweet petisi kepada Mira Lesmana untuk melanjutkan cerita dari film yang membekas di memori, Ada Apa Dengan Cinta?. Entah kapan tepatnya saya ikut-ikutan nge-tweet, saat itu Mira Lesmana sedang membahas ide cerita dibalik pembuatan AADC, ketika semua yang mengikuti timeline-nya berharap ada AADC 2 ataupun kelanjutannya. Waktu berlalu lama sekali. Sampai saya lupa dengan pembahasan tweet pada saat itu. Dan tanpa disangka-sangka, berita yang mengejutkan tetapi membahagiakan bahwa Mira Lesmana didapuk oleh LINE untuk bekerjasama membuat cerita kelanjutan dari AADC.

Saya akui dan acungkan jempol bagi LINE karena mempunyai ide yang brilliant dalam membawa brand-nya dan memperkenalkan fitur 'Find Alumni' dengan memakai AADC sebagai 'senjatanya'. Dan bidikannya pun tepat sasaran, malah sangat luas sekali. Film AADC hits di tahun 2002, 12 tahun lalu. Digemari oleh remaja bahkan ABG seperti saya di usia 13-14 tahun. Di tahun sekarang, penggemar yang dulu telah berubah menjadi dewasa dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun. Ditambah dengan ABG dan remaja saat ini yang doyan menggunakan social media di smartphone. Secara realistis, kita bisa menebak bahwa 'senjata' tersebut sangat tepat sasaran dan sukses.


Semua terlihat berbeda dari segi penampilan dari pemain-pemainnya. 12 tahun adalah waktu yang lama sekali. Tetapi secara sikap dan peran yang mereka semua bawakan tetap masih sama seperti 12 tahun silam. Gaya bicara Cinta tidak berubah banyak. Alya yang masih tetap kalem. Dan pastinya Rangga yang always look so cool dengan berbagai gaya dan sikapnya. Saya akui, saya mulai suka dengan Nicholas Saputra semenjak dia berperan di AADC. Bukan karena terkait faktor ketampanan saja. Dari segi kecerdasan dan cara bicaranya saya suka. Tidak seperti aktor Indonesia kebanyakan.

Setelah menonton mini drama AADC 2014 secara keseluruhan, saya suka dengan ending-nya. Dikatakan puas tidak juga. Karena satu sisi saya mencoba untuk berada di sudut pandang Cinta mengapa setelah 12 tahun lamanya move on tersebut gagal. Dan apa yang terjadi selama 12 tahun tersebut dengan Rangga? itu yang saya pertanyakan. Tanpa kabarkah sedikit pun via Twitter, Facebook, WA ato cuma surat via pos? Jika saya mengalami hal tersebut secara nyata, saya tidak yakin bisa bersikap seperti Cinta atau tidak. Tetapi apa yang dikatakan Alya bahwa semuanya perlu kesempatan baru saya rasa memang betul. 

Pemikiran dewasa yang saya ambil dari mini drama tersebut bahwa memang semuanya tidak melulu diluapkan emosi. Secara kedua tokoh utama tersebut dikatakan sudah dewasa sekali. Rangga yang telah mencoba mengirimi pesan maksudnya, tidak memaksa Cinta untuk menyetujui maksudnya. Rangga mengerti atas apa yang selama ini yang sudah dilakukan. Di sisi lain, Cinta pun tidak dengan mudah langsung membuka hatinya. Menatanya. Dipikirkan dengan baik-baik. Dan keputusan yang diambilnya adalah tepat.



(Rangga) 
Detik tidak pernah melangkah mundur tapi kertas putih itu selalu ada


(Cinta) 
Waktu tidak pernah berjalan mundur

Dan hari tidak pernah terulang


Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru

(Rangga) 
Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab





a Lot Like Love

/ 20140201 /

"there's nothing better than a great romance to ruin a perfectly good friendship"
Inti dari film 'a lot like love' ada pada tag kalimat diatas. Kita juga bisa menebak bagaimana ending dari film ini yang secara jelas pasti happy ending. Tetapi yang membuat saya menyukai film ini setelah menontonnya adalah cara pengemasannya, yang menurut saya dikemas dengan sangat sederhana dan alami. Tanpa dibuat-buat.
Oliver dan Emily adalah dua tokoh yang menjadi inti cerita ini. Di awal film, dari penampilan pertama mereka muncul sudah bisa kita nilai bagaimana karakter dari Oliver dan Emily. Pada dasarnya karakter mereka sangat bertolak belakang. But, love didn't look anything. Pada saat saya menonton, saya sempat bergumam, "kok bisa ya Oliver tertarik dengan cewek seperti itu?" Pertemuan pertama mereka pun tidak bisa dikatakan dengan pertemuan yang manis. Tetapi pertemuan yang crazy banget. Emily tipikal orang urakan, sedangkan Oliver tipikal yang kalem banget.
Setelah pertemuan tersebut, ikatan persahabatan diantara mereka terbentuk. Hubungan persahabatan mereka bikin saya 'geregetan' tiap kali nonton. Gimana gak, mereka saling menyadari kalo saling suka. Oliver ingin hubungan yang lebih dari sekedar teman, but Emily hanya dengan kalimat "don't ruin it!" yang ia ucapkan cukup memberi gambaran bagaimana hubungan yang semestinya diantara mereka. Oliver paham dan mengikuti alur permainan agar tidak merusak suasana di antara mereka.
Waktu menjadi pembuktian bagi mereka. Tidak hanya dalam hitungan setahun atau dua tahun saja waktu menyadarkan mereka. Tetapi lebih dari 5 tahun. Dan dengan permainan waktu serta jalan cerita yang dikemas membuat 'chemistry' dari film ini hidup dan asyik untuk diikuti. Tak sekedar itu, soundtrack dari film ini pas n keren banget. Ada 3 lagu yang saya suka dari keseluruhan soundtracknya, 'Brighter than sunshine' by Aqualung, 'if u leave me now' by Chicago dan 'Look what u've done' by Jet.




IG

it's me

Foto Saya
devi setyowati is my full name // a midwife // interested with the words world // to be a simple thinker // chocolate addict // cappucino addict // "i am not the best but i am trying my best"

Blog Archive

 
Copyright © 2010 devilove, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger